Selamatkan Anak-anak Anda Dari Krisis Idola dan Krisis Akhlaq

Desember 18, 2017

Pernahkah Anda memerhatikan idola anak-anak kita?… Siapa?… Kebanyakan adalah tokoh-tokoh artis, atlit, bintang film, dan tokoh film kartun. Ada masalah?… Tentu saja, jika mereka sudah terlanjur mengidolakannya, kemungkinan besar akan menutup, mengaburkan dan membuat susah anak muslim untuk mengenal idola mereka yang sebenarnya.

Mengapa Idola Begitu Penting?

Menurut Dr. Sylvia Rimm dalam bukunya, “Why Brigh Kids Get Poor Grades”, bahwa membentuk karakter anak sesuai keinginan tidak bisa dilepaskan dari peran sesosok model yang bisa ditiru.
Lebih dari sekedar model, Islam sebagai sebuah agama telah menawarkan konsep “Sosok Teladan” atau “Idola” untuk memudahkan umatnya dari segala umur agar bisa meniru penerapan Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Idola adalah sumber inspirasi: Tidak bisa disangkal bahwa orang akan terinspirasi menjadi orang besar hanya jika ia mengetahui kisah orang-orang yang telah berhasil menjadi besar. Tidak mungkin sebuah generasi Muslim bisa menjadi motor kebangkitan Islam bila mereka tidak mengetahui kehidupan Nabi saw dan para sahabatnya.

Apa jadinya jika anak-anak kita memiliki idola yang salah? Pertama: bena-benak anak yang dangkal dan kosong. Atau hanya diisi dengan budaya hedonisme yang jauh dari nilai-nilai Islam. Kedua: kisah-kisah lain akan membawa ke idola-idola lain. Idola-idola lain akan membentuk karakter lain.

Kekuatan Kisah

Cobalah lihat. Sebagian besar isi Al Quran berupa kisah. Karena kisah memiliki kekuatan. Begitu juga yang dikatakan Dr Aidh Al Qarni dalam bukunya Hakadza Haddatsana Az Zaman bahwa banyak manfaat yang bisa kita raih jika membaca kisah orang-orang shalih.

Dr. Aidh mengatakan:

“Aku berpesan padamu untuk membaca kisah hidup orang-orang shalih: para sahabat Nabi, tabi’in, ahli ibadah, ahlussunnah Berhentikah sejenak pada kabar-kabar mereka. Dan bacalah perjalanan hidup mereka. Karena itu akan: memompa kekuatan semangatmu, menorehkan kehausan untuk meneladani mereka, atau setidaknya membuatmu malu terhadap dirimu, kepada Tuhanmu saat engkau membandingkan hidup mereka dengan hidup dirimu sendiri.

Maka tadaburilah kisah-kisah mereka. Hiduplah bersama mereka dalam kezuhudan, kewara’an, penghambaan, rasa khauf (takut dalam arti positif) kepada Allah, ketawadhuan, keindahan pekerti dan kesabaran mereka…”

Selamatkan Anak-anak Anda Dari Krisis Idola dan Krisis Akhlaq
Dengan Cara Mengenalkan Idola
Dari Generasi Terbaik.



Artikel Terkait

Previous
Next Post »